Jumat, 28 Oktober 2016

Cerita Rakyat Rusia : Mengalahkan Lobak Raksasa


Seorang petani Rusia menanam lobak di ladangnya. Ia merawat lobak-lobaknya dengan baik, memberinya air dan pupuk. Lobak-lobak itu tumbuh dengan subur, daunnya hijau dan bentuknya seragam.

Beberapa waktu kemudian tibalah waktu memanen lobak-lobak itu. Petani itu berangkat ke ladang lobaknya pagi-pagi sekali. Ia ingin memanen lobaknya sebelum tengah hari agar bisa menjualnya ke pasar.

Ternyata perhitungan petani itu salah. Lobak-lobaknya ternyata belum cukup besar untuk dipanen. Petani itu kecewa sampai matanya melihat salah satu lobak yang tumbuh di pojok ladangnya.

Lobak itu berbeda dengan lobak-lobak lainnya. Ia sangat besar. Daun-daunnya besar, sangat hijau dan menjulang tinggi.



"Seperti Lobak ini sudah bisa diambil", pikir si Petani,

"Lobak ini sangat besar sekali".

Petani itu mencoba menarik Lobak itu dengan menggenggam daun-daunnya. Tetapi Lobak itu bergeming sedikit pun. Ia mencoba menarik Lobak itu lebih kuat lagi dan hasilnya tetap sama, Lobak itu tidak bergerak sama sekali.

Istri Si Petani yang sedang melintas melihat usaha keras suaminya mencabut Lobak itu.

"Nampaknya suamiku membutuhkan bantuanku", pikir Si Istri.

"Tunggu sebentar, Sayang!", teriak Si Istri sambil bergegas menghampiri suaminya,

"Aku akan membantumu!"

Sang Istri memeluk pinggang suaminya erat-erat. Si Petani mengambil nafas panjang, memegang daun lobak dan mencoba menariknya sekali lagi.

"Satu, dua, tiga...tariiiiiiik!", teriak Si Petani.

Pasangan suami-istri itu menarik Lobak itu sekuat tenaga dan posisi Lobak itu tidak berubah sama sekali.

Pippi, anak Si Petani yang baru pulang dari sekolah melihat usaha ayah dan ibunya menarik Lobak. Ia berlari ke ladang sambil berteriak,

"Ayah, Ibu, aku akan membantu kalian"

Pippi kemudian berusaha memeluk pinggang ibunya, tetapi karena tangannya tidak sampai ia menarik kuat-kuat rok ibunya. Sementara itu, ibunya memeluk pinggang suaminya erat-erat.

Si Petani kembali memegang daun Lobak. Ia kemudian berteriak,

"Ayo semua, satu, dua, tiga...tariiiiiiik!"

Keluarga itu berusaha menarik Lobak itu sekuat tenaga. Tetapi sampai wajah mereka memerah dengan nafas memburu, Lobak itu tetap pada tempatnya.

Tidak lama kemudian datanglah Puppy, anjing peliharaan Pippi. Anjing itu berlari mengelilingi keluarga petani itu sambil menggonggong.

"Rupanya kau ingin membantu, Puppy", kata Pippi.

Puppy dan keluarga petani itu kemudian membuat barisan. Anjing itu berada barisan paling belakang. Ia menggigit celana Pippi dan Pippi menarik rok ibunya. Sang ibu memeluk pinggang suaminya dan si petani memegang daun Lobak itu erat-erat.

"Tariiiiik!'

Lobak itu tidak bergerak.

Keringat Si Petani bercucuran. Tanpa disadarinya tetesan keringat itu membuat tanganya licin. Pegangannya terlepas dan semua yang ada di barisan jatuh terjengkang.

Petani itu berdiri lagi dan berkata,

"Ayo kita coba sekali lagi! Jangan sampai kita kalah dengan Lobak"

Puppy, Pippi dan ibunya kembali berbaris di belakang Si Petani. Mereka bersiap untuk mencabut Lobak itu lagi.

Tiba-tiba melintas Pussy, kucing peliharaan istri Si Petani. Ia nampak sedang mengejar seekor tikus.

"Puss, Puss, ayo ke sini! Bantu kami mencabut Lobak ini", panggil istri Si Petani.

Pussy berhenti mengejar tikus itu dan berlari berbalik arah ke barisan keluarga itu. Ia mengambil posisi di belakang Puppy dan menggigit ekor anjing itu.

Puppy kembali menggigit celana Pippi sementara Pippi menarik rok ibunya. Sang ibu kembali memeluk pinggang suaminya dan Si Petani menarik daun Lobak itu.

Lobak itu tetap tidak bergerak sama sekali.

Tikus yang dikejar Pussy tadi datang menghampiri barisan keluarga itu. Ia lalu mengambil posisi di belakang Pussy dan membantu menarik dengan menggigit ekor Pussy.

Lambat laun, perlahan-lahan, pelan, pelan sekali, Lobak itu mulai bergerak!

"Ini Lobak yang besar", seru Si Petani

"Lobak yang sangat besar", timpal istrinya

"Lobak raksasa!", teriak Pippi

Setelah berjam-jam berusaha, akhirnya Lobak Raksasa itu berhasil dikeluarkan dari dalam tanah.

3 komentar:

  1. habis dikeluarkan dari tanah, dibawa ke mana lobak raksasanya?

    BalasHapus
  2. Entahlah, mungkin dijual di Pasar Karang Menjangan atau Pak Tani dan keluarganya memulai usaha sup kalengan :-)

    BalasHapus
  3. aku tadi pagi ke pasar Karangmenjangan beli bandeng presto... selama ini gak ada yg jual lobak di sana :P

    BalasHapus